Sabtu, 29 Mei 2010

Sekilas Tentang Bank Syariah

Ascarya, Senior Researcher, Bank Indonesia

Bank syariah akhir-akhir ini akrab ditelinga kita. Beberapa tahun terakhir ini bank syariah mulai menunjukkan keeksistensiennya di ranah ekonomi. Masyarakat pun mulai beralih ke bank syariah, baik muslim maupun non-muslim.

Apa sebenarnya penyebab masyarakat kini lebih memilih bank syariah? Apakah para penganut ajaran Islam mulai paham tentang agama? Lalu bagaimana dengan kaum non-muslim?

Rininta Fisca Wardhani, melakukan wawancara dengan Ascarya, Senior Researcher Bank Indonesia, via telepon. Berikut petikan wawancaranya.


Apa kesibukan Anda sekarang?

Saya adalah peneliti bank syariah, meneliti ekonomi dan keuangan perbankan syariah.


Apa arti syariah itu sendiri?

Syariah itu aturan, aturan yang sesuai dengan agama Islam. Sama seperti aturan dalam salat, aturan transaksi jual beli, bagaimana berhubungan dengan tetangga, dan seperti bagaimana sikap anak terhadap orang tuanya. Inti dari syariah itu sendiri adalah hubungan antara dua manusia.


Mengapa bank syariah identik dengan kaum muslim?

Sebenarnya nama umum di dunia dari bank syariah adalah Islamic Bank. Namun di Indonesia lebih terkenal dengan nama bank syariah.


Bank syariah berdiri sejak kapan di Indonesia?

Bank syariah pertama di Indonesia adalah bank muamalat, itu berdiri tahun 1992. Ini adalah usulan ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) yang dikatuai oleh Habibie. Setelah melakukan pembicaraan-pembicaraan bahwa Indonesia butuh bank yang bebas dari riba. Akhirnya mereka sepakan untuk mengumpulkan modal dan mendirikan bank muamalat.


Pertumbuhan bank syariah di Indonesia lebih cepat dibanding bank konvensional. Angka pertumbuhan nasabahnya bertambah setiap tahunnya, dan itu lebih cepat dibandingkan bank konvensional.


Apa faktor-faktor berdirinya bank syariah di Indonesia?

Karena masyarakat Indonesia sudah perlu, sudah banyak yang resah karena sudah banyak yang paham tentang agama, dan sudah tahu bahwa bunga itu riba. Selain itu juga karena Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, dan belum mempunyai bank syariah. Sedangkan Malaysia sudah memiliki bank syariah sejak tahun 1983, bahkan di Timur Tengah sudah ada sejak tahun 1977, dan Indonesia sendiri paling lambat.


Apa perbedaan bank biasa dengan bank syariah?

Perbedaan yang utama adalah akad, yaitu perjanjian antara pihak bank dan nasabahnya. Apabila di bank syariah, akadnya sesuai dengan syariah. Tidak ada bunga, selain itu operasi bank tersebut tidak boleh melanggar aturan-aturan syariah dalam Islam. Sehingga bank syariah, selain terhindar dari riba juga terhindar dari hal-hal yang dlarang oleh agama Islam.


Apa faktor penyebab masyarakat lebih memilih bank syariah dibandingkan bank biasa?

Ada banyak hal. Apabila yang paham agama, dia tahu karena bunga bank itu haram. Namun selain itu, bank syariah itu lebih adil dan lebih transparan. Kesepakatan bagi hasil sudah disepakati dari awal.


Menurut Anda, apakah Indonesia merupakan terget yang tepat untuk bank syariah?

Ya jelas, karena penduduk muslim di Indonesia ada 200 juta lebih. Tidak harus kaya, tapi setiap orang butuh bertransaksi.


Lalu apa perbedaan bank syariah dengan bank konvensional?

Perbedaan utama adalah akad. Sama seperti akad pada pernikahan, selain itu sama. Bank syariah juga memiliki layanan e-banking dan sms banking. Bank syariah juga melayani peminjaman uang. Pebedaannya hanya sebutan-sebutannya saja. Bila di bank konvensional dinamakan kredit, di bank syariah dinamakan pembiayaan. Dinamakan pembiayaan karena tidak dikenakan bunga, namun bagi hasil. Namun tujuannya untuk hal yang sama, misalnya untuk invertasi, konsumsi, dan modal kerja.


Bank konvensional memiliki bank syariahnya sendiri, namun kenapa lebih mahal dibandingkan bank mandiri itu sediri? Itu bukan karena masalah syariahnya, namun karena ukuran bank yang berbeda. Bank syariah hanya memiliki aset yang kira-kira hanya 15% dari aset bank konvensional itu sendiri. Namun bandingkan bank syariah dengan bank konvensional yang asetnya sama dengan bank syariah.


Masih adakah bank syariah yang tidak murni syariah, yang masih menggunakan bunga?

Ya tidak boleh. Bank syariah memiliki undang-undang tersendiri. Selain memiliki komesaris, bank syariah memiliki dewan pengawas syariah, jadi semua kegiatan diawasi oleh dewan pengawas syariah tersebut.


Jadi semua bank di Indonesia sudah murni syariah?

Apabila dikatakan sangat murni tentunya tidak. Apabila harus murni sekali seharusnya tidak boleh menggunakan uang kertas, namun dinar atau dirham, yaitu uang yang nilai intrinsiknya sesuai dengan uang nominalnya. Selain itu bank tidak boleh menggunakan uang giral atau uang perbankan. Namun bank syariah masih lebih baik dibandngkan bank konvensional.


Lalu apalagi selain uang kertas?

Bank syariah masih menerapkan fuctional reserve banking system, yang sebenarnya belum syariah. Seharusnya yang diterapkan adalah 100% reserve banking system. Apabila sudah diterapkan, maka semuanya akan murni syariah.


Apakah bank syariah memberikan fasilitas kartu kredit?

Kartu kredit merupakan instrumen yang menciptakan daya beli tanpa adanya daya beli yang asli dan sifatnya semu, itu juga disebut dengan riba. Namun syariah memberikan fasilitas kartu kredit dengan cara yang berbeda, yaitu akad dalam Islam yang bisa dibentuk seperti kartu kredit, namun bentuknya lebih kepada kartu debit.


Data Narasumber

Nama: Ascarya

Tempat & Tanggal Lahir : Purbalingga, 20 1962

Istri : Retno Pujiastuti, dengan satu anak

Pendidikan :

  • PhD Candidate in International Development, Graduate School of Public and Inernational Affair – University of Pittsburgh (Spring 2002)
  • MBA in Finance and MSc in Management Information System – University of Pittsburgh (Spring 1992)
  • Insinyur Teknik Industri – Institut Teknologi Bandung (1987)
Karier :

  • Senior Researcher, Bank Indonesia (2005-Sekarang)
  • Economist, Bank Indonesia (1994-2005)
  • Junior Economist, Bank Indonesia (1989-1994)

13 comments:

Anonim mengatakan...

apa sih benefitnya memakai jasa bank syariah? *wondering*

AdeS mengatakan...

Benefitnya: kita bertransaksi tanpa adanya riba.seperti yang kita pahami bahwa riba itu haram dalam agama Islam.

Anonim mengatakan...

kalau kita menggunakan bank syariah, ada plus-nya dibanding menggunakan bank konvensional. Plusnya yang pertama, lebih adil bagi siapa saja (muslim atau non-muslim). Plusnya yang kedua bebas dari hal-hal yang dilarang agama (agama samawi manapun, baik Yahudi, Kristen maupun Islam), yaitu bebas riba.

devi mengatakan...

Apa perbedaan antara bank syariah murni (ex: bank muamalat) dengan bank syariah yg diadakan oleh bank konvensional (ex : bank niaga syariah, bank bni syariah dll)

Rininta Fisca Wardhani mengatakan...

(re: benefit) Ya kalo hukum Islam kan riba itu haram, di bank syariah enggak ada riba, adanya bagi hasil, itu enggak dilarang di Islam, dan bagi hasil jauh lebih menguntungkan di kedua belah pihak.

Rininta Fisca Wardhani mengatakan...

(re: devi) Sama saja, sama-sama tidak ada riba. Bank-bank konvesional mengadakan "versi syariah" karena meliah peluang atas kesadaran para umat muslim di Indonesia yang mulai sadar akan keuntungan dari adanya Bank syariah.

Anang mengatakan...

sebaiknya untuk bank syariah, tidak dikotomikan, ini bank islam dan non islam, pada prinsipnya kerja bank adalah bentuk kepercayaan nasabah. dengan demikian motto utamanya adalah bagaimana investasi yang telah ditanamkan oleh nasabah dapat dinikmati hasilnya dengan baik oleh nasabah yang bersangkutan. apapun sifat banknya, bank umum, syariah atau Bank perkreditan rakyat(BPR)

Ica mengatakan...

Menarik banget buat pindah ke bank syariah, lebih menguntungkan di kedua pihak

swandi mengatakan...

thx ya infonya, ntar gw buka tabungan di bank syariah deh

Sekar, Ayu, Sekar Ayu, Ay ay, mbak Sek... mengatakan...

Kan disebutkan kalau jumlah nasabah bank syariah meningkat melebihi peningkatan jumlah nasabah bank konvensional,, tapi ada ngga sih usaha2 tertentu dari pihak bank syariah untuk menarik minat nasabah baru?? misalnya, program/fasilitas tertentu untuk nasabahnya yang lebih menguntungkan daripada bank konvensional selain dari tidak adanya bunga melainkan sistem bagi hasil??

Tissa mengatakan...

Makasih ya infonya bagus terus jelas, menarik juga.

Andyta Larasaty (Ayasa) mengatakan...

menarik, jadi pengen..

Syaifullaah mengatakan...

Assalaamu'alaikum.
Masyaallaah, bgus artkelnya, Mbak Maw! Mengajak ummat untuk kmbli kepda sunnah Rasul shalallaahu 'alaihi wasallam. Lain kli artkelnya yg sprti ini! Two thumbs up+cendol! Ttpi jngan lpa untuk menntut 'ilmu ahlussunnah di : as-salaf-as-shalih.blogspot.com. Jazakumullaahu khairan.

Posting Komentar